Rapor memberi tahu anak Anda "baik" atau "cukup", tapi jarang memberi tahu materi mana yang sudah kokoh dan mana yang masih goyah. Busur Math Check memetakan itu, mengacu pada UNESCO Global Proficiency Framework for Mathematics.
Matematika itu bertingkat. Pecahan bertumpu pada perkalian dan pembagian, aljabar bertumpu pada pecahan. Memahami posisi anak sejak dini membuat pendampingan di rumah jadi lebih terarah: Anda tidak perlu menebak-nebak, karena laporannya menunjukkan apa yang sudah kuat dan apa yang bisa dilatih berikutnya.
Di rapor, perkalian anak ini "baik". Padahal 6 × 7 masih dihitung satu per satu. Semua yang di atasnya ikut goyah, dan di kelas 7 yang terlihat adalah "anak tidak bisa aljabar".
Semakin cepat celah dasarnya ditemukan, semakin ringan membantunya.
Keduanya dikerjakan di kertas dan mengacu pada UNESCO Global Proficiency Framework for Mathematics.
Mengecek fondasi berhitung. Tiga level, tidak terikat kelas, jadi anak kelas berapa pun bisa mengambil level mana pun.
Mengecek materi di luar fondasi berhitung, satu bidang per tes. Tersedia untuk tingkat SD dan SMP.
Math Foundation Check tidak terikat kelas. Ini hanya titik mulai yang paling masuk akal. Geser untuk melihat kelas lain.
Sebaiknya ditunggu sampai anak lancar membaca dan menulis angka. Tes ini juga mengukur fluency, yang sangat dipengaruhi kecepatan anak menuliskan jawabannya. Umumnya siap mulai kelas 3.
Penjumlahan dan pengurangan. Fondasi pertama yang harus kokoh sebelum perkalian.
Perkalian dan pembagian. Ingin memastikan fondasinya sekaligus? Ambil paket Level 1 dan 2.
Bila anak sudah pernah belajar pecahan, di sekolah maupun di tempat les, ambil paket Level 2 dan 3.
Pecahan dan desimal. Bila bagian perkalian dan pembagiannya ternyata masih goyah, lanjutkan ke Level 2, lalu Level 1 bila perlu. Paling aman: paket tiga level, dikerjakan dari Level 3.
Tersedia per level, paket Level 1 dan 2, paket Level 2 dan 3, serta paket lengkap tiga level.
Tidak ada aplikasi yang harus dipasang anak. Yang dibutuhkan hanya printer, pulpen, dan HP untuk memfoto.
Satu kali, tanpa bantuan, sekitar 30 sampai 45 menit. Anak menulis jawaban dan caranya dengan rapi. Coretannya ikut dibaca.
Foto tiap halaman dari HP, dengan cahaya cukup dan tidak terpotong. Pilih semua foto sekaligus; kami yang mengurutkannya.
Dalam sekitar 2 hari kerja Anda menerima laporan yang bisa dibaca di web atau diunduh. Beberapa minggu kemudian anak bisa mengerjakan set soal berbeda untuk melihat kemajuannya.
Tidak ada skor, tidak ada peringkat, tidak ada perbandingan dengan anak lain. Laporan menjawab tiga pertanyaan, dengan urutan yang disengaja:
Laporan juga menunjukkan posisi anak terhadap kemampuan yang diharapkan di kelasnya menurut kerangka UNESCO, dan menandai materi yang kemungkinan besar belum diajarkan di sekolah, supaya tidak dibaca sebagai kekurangan anak.
Guru membuat kelas dan membagikan kode. Murid mengerjakan serentak di kertas, memfoto lembarnya sendiri. Guru menerima gambaran kelas: bagian mana yang goyah pada sebagian besar murid, prioritas tindak lanjut, dan usulan pengelompokan, tanpa peringkat.
Satu set lengkap dengan laporan dan bahan belajarnya, dengan harga yang tidak perlu dipikir dua kali.
Masuk dengan nomor WhatsApp, pilih tes, cetak soalnya. Laporan terbit dalam 2 hari kerja.